Sudah Sejauh Mana Kontribusi IPB untuk Lingkungan Sekitar Kampus?

Institut Pertanian Bogor sudah berdiri sejak tahun 1963. Awalnya IPB adalah fakultas pertanian dibawah naungan Universitas Indonesia, namun berdiri sendiri sebagai suatu institusi yang mandiri terlepas dari Universitas Indonesia. Sebelumnya kampus IPB terletak di Baranangsiang Kota Bogor, namun kemudian dibangun kampus IPB Dramaga yang sekarang menjadi kampus untuk mahasiswa S1.

Ketika kampus IPB Dramaga berdiri, peluang bisnis sangat terbuka lebar untuk masyarakat asli sekitar kampus. Namun, ketidaksiapan mental dan kurangnya pendidikan serta modal membuat warga asli tidak mampu memanfaatkan peluang bisnis tersebut. Kebanyakan usaha yang ada di sekitar kampus, seperti usaha kost mahasiswa, warnet (warung internet), fotokopian, rumah makan dan sebagainya dikelola oleh pendatang maupun dosen IPB. Sedangkan warga asli kebanyakan hanya menjadi bibi cuci, ataupun penjaga kost mahasiswa.

Salah satu misi mulia IPB adalah mengenai pemberdayaan masyarakat. Sudah sepantasnya pemberdayaan ini dimulai dari memberdayakan masyarakat sekitar kampus. Walaupun sudah banyak kegiatan-kegiatan mahasiswa untuk memberdayakan masyarakat sekitar kampus, namun hasilnya belum benar-benar optimal karena masih banyak warga asli yang menganggap pendidikan untuk anak-anak mereka bukanlah suatu hal yang penting. Hal seperti inilah yang harus diubah dari pola pikir masyarakat apalagi masyarakat yang tinggal disekitar lingkungan para civitas akademika.

Tak lupa dengan masalah kebersihan, sebagai kampus hijau IPB sangat menekankan kebersihan dan keindahan lingkungan kampus. Jika dilihat di dalam kampus, memang sudah cukup bersih, namun ketika berada di lingkungan luar kampus khususnya di tempat tinggal masyarakat sekitar kampus, kesadaran mereka terhadap lingkungan sangatlah kurang. Masih banyak warga yang membuang sampah sembarangan, dan mereka banyak yang belum mengerti cara pengelolaan limbah rumah tangga yang baik dan sehat. Untuk masalah kesehatan, di sekitar kampus IPB penyakit yang cukup populer adalah diare dan typus. Hal ini menunjukkan kurangnya perhatian masyarakat terhadap kebersihan makanan yang mereka makan.

Fenomena-fenomena di atas masih terjadi hingga hari ini. Setelah 49 tahun IPB berdiri sejauh manakah kontribusi yang IPB berikan untuk masyarakat sekitar kampus. Inilah yang menjadi tugas para civitas akademika IPB, baik mahasiswa, dosen dan pegawai untuk memenuhi salah satu tri dharma perguruan tinggi yaitu mengabdi untuk masyarakat yang dimulai dari masyarakat sekitar kampus IPB.

(KOM/FAZ)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: