Meniti Makna “Pahlawan” Dalam Ruang Keterbatasan

Hal yang khas dalam masyarakat Indonesia berkaitan dengan pemaknaan sejarah bangsa adalah peringatan hari pahlawan. Peringatan ini dilakukan setiap tahun pada tanggal 10 November sebagai wujud pemaknaan perjuangan kemerdekaan di masa colonial. Namun apakah memang benar esensi peringatan tersebut benar-benar mampu memaknai secara tepat arti “pahlawan” dan implementasi “kepahlawanan” itu sendiri?

Pertanyaan ini mampu dianalisis dengan indikator kualitas diri berbagai stakeholder dan masyarakat negeri ini. Pemaknaan “pahlawan” ataupun “kepahlawanan” tidak hanya bisa dipandang sebagai penghormatan kepada pejuang kemerdekaan saja, namun juga dengan pengertian yang lebih luas termasuk implementasi nilai-nilai luhur yang terkandung didalamnya.

Pahlawan dipandang sebagai sosok yang memberikan pengorbanan dan kontribusi mulia untuk orang lain. Lebih spesifik lagi pahlawan lebih dikenal sebagai sosok pejuang kemerdekaan, padahal mindset seperti itu membuat suatu ruang keterbatasan dalam diri kita. Keterbatasan pemikiran yang terjadi mampu diubah dengan meniti kembali makna “pahlawan” ataupun “kepahlawanan”, karena pada kenyataannya banyak pula sosok lain yang juga bisa dinilai sebagai sosok pahlawan tak disadari. Contohnya seperti CD workers atau pengembang masyarakat yang mengabdi sebagai fasilitator masyarakat. Selain itu, lebih khusus lagi dapat dicontohkan di lingkungan FEMA sendiri yaitu petugas kebersihan yang merupakan pahlawan lingkungan. Mereka mengabdikan dirinya untuk memelihara kenyamanan bersama, namun tugas mulia tersebut sering kali terlewatkan bahkan cenderung lupa dimaknai sebagai “kepahlawanan”.

Atas dasar tersebut, alangkah lebih baik jika pemaknaan kata pahlawan mampu dimaknai secara lebih universal. Pemaknaan yang terjadi pada setiap diri individu ketika melakukan peringatan hari pahlawan harus mampu memotivasi peningkatan sikap dan moral sebagaimana makna kata “pahlawan”. Dengan implementasi diri tentang pemaknaan  “pahlawan” yang diperingati setiap tahun diharaqpkan mampu menjadi titik tolak pengembangan kapasitas masyarakat Indonesia. Langkah kecil yang dilakukan setiap orang yang terinspirasi dari pemaknaan kepahlawanan itu akan mampu mempengaruhi tata pola kelakuan dalam perubahan kea rah yang lebih baik. Termasuk pada peringatan hari pahlawan tahun ini, semoga mampu menjadi titik tolak peningkatan kualitas kita sebagai persembahan terbaik untuk Tuhan, keluarga dan negeri ini.

(KOM/TSY)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: