Media Pembangun Pertanian Indonesia

Indonesia, negara kita tercinta, adalah negara yang sangat kaya. Sumber daya alam Indonesia melimpah ruah. Hutan, pegunungan, persawahan, dan laut yang luas merupakan kekayaan alam Indonesia sebagai anugerah dari Tuhan Yang Maha kaya. Indonesia juga memiliki sumber daya manusia yang melimpah. Negara kita menempati urutan ke-4 di dunia dalam hal kepadatan penduduk. Indonesia dengan SDA dan SDM yang begitu kaya bisa menjadi negara maju dengan perekonomian yang kuat, bahkan lebih maju dari Amerika ataupun Jepang.

Namun, kenyataan berkata lain, negara kita memang kaya tapi mayoritas penduduknya miskin. Sebanyak 60% warga negara Indonesia berada di kelas menengah ke bawah. Kekayaan alam negara kita banyak dikelola oleh pihak asing. Indonesia hanya mendapat 0,99% dari keuntungan yang dihasilkan. Sungguh miris, masyarakat kita mayoritas berpendidikan rendah dan belum ‘melek’ akan kenyataan ini, malah mereka mau menjadi buruh untuk perusahaan-perusahaan asing tersebut di tanah milik mereka sendiri, tanah Indonesia. Pemerintah pusat maupun daerah belum bisa berbuat banyak untuk mengembalikan kekayaan alam negara kita untuk masyarakat Indonesia. Pemerintah dan kaum intelek berkata, Indonesia belum memiliki teknologi canggih untuk dapat mengolah sumber daya alamnya sendiri, sehingga harus melakukan impor atau menggunakan jasa asing. Namun, mengapa ini terus berlangsung selama bertahun-tahun?? Indonesia sudah merdeka selama 67 tahun dan hal ini tidak boleh dibiarkan terus-menerus.

Disinilah peran media sangat dibutuhkan. Media sebagai alat yang dekat dengan masyarakat, sekaligus menjadi alat pengendali pemerintah dalam menjalankan kekuasaannya. Media memiliki peranan dalam mengubah pola pikir masyarakat Indonesia. Namun, dewasa ini media baik cetak maupun elektronik lebih menonjolkan berita-berita negatif, maraknya kasus korupsi, penyuapan, dan lain-lain sehingga membentuk pola pikir masyarakat yang pesimis akan kemajuan bangsa ini. Media sebagai akses atau jalan yang dekat dengan masyarakat, harus bisa memberikan kobaran semangat dan informasi-informasi tentang kekayaan dan potensi-potensi positif negeri ini untuk membangkitkan jiwa semangat masyarakat Indonesia untuk membangun pertanian Indonesia. Media sebagai langkah awal, untuk menanamkan kepercayaan akan kekuatan SDA dan SDM Indonesia, yang akan membuka langkah-langkah selanjutnya yaitu pergerakan. Kita jelas harus menolak pihak asing yang ingin mencampuri urusan perekonomian yang menyangkut SDA Indonesia. Media juga harus mengawasi jalannya pemerintahan untuk menegakkan ketransparanan. Peranan media sungguh dahsyat di negeri ini. Ketika media dapat mempengaruhi rakyat, suatu pemerintahan bisa hancur karena semangat dan kekuatan rakyat sangat besar untuk menolak ketidakadilan.

Semangat perubahan harus ditanamkan dalam jiwa jurnalistik Indonesia, sebagai langkah awal untuk ‘membangunkan’ masyarakat tentang keadaan pertanian Indonesia dan sebagai alat untuk menegakkan trasparansi jalannya pemerintahan dalam membangun pertanian Indonesia. Kini saatnya jurnalistik Indonesia untuk mengangkat dan membangun citra pertanian Indonesia.

(KOM/FAZ)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: