Mengenal Kandidat No.3, M. Rivqi Zaelani

Nama : Muhammad Rivqi Zaelani

TTL : Jakarta 13 desember 1991

Departemen: Gizi Masyarakat (2010)

Prestasi: juara 1 debat politik di TPB, juara 2 turnamen sepak bola di asrama, dan juara 2 lomba nasyid.

Visi

Mewujudkan FEMA yang progresif, sinergis, dan higienis.

Misi:

  1. Mewadahi kreativitas FEMA baik akademik maupun non akademik.
  2. Menjalin komunikasi yang baik antara internal, eksternal, dan stakehorlder yang ada di FEMA.
  3. Meningkatkan kesadaran hidup bersih di kalangan mahasiswa FEMA

Muhammad Rivqi Zaelani atau biasa dipanggil akrab Rivqi merupakan salah satu calon ketua BEM FEMA bernomor urut tiga. Pada awalanya, Rivqi tidak terpikir ingin menjadi Ketua BEM FEMA tapi melihat banyaknya dukungan dari teman-temannya yang menginspirasi bahwa dia bisa menjadi seorang ketua BEM dan sosoknya dicari, akhirnya dia putuskan untuk berkontribusi di FEMA.

Program unggulan untuk merealisasikan visi dan misinya, yaitu KURMA, kumpul ramah FEMA. KURMA merealisasikan visinya yaitu sinergis dan progresif yang bertujuan untuk menyatukan fema dari berbagai departemen dan angkatan. Isi dari program KURMA berupa diskusi ringan yang membahas masalah terkait FEMA bersama para mahasiswa FEMA.

Program lainnya yaitu SCHEMA, Schedule FEMA. Program ini tercanangkan atas dasar melihat program BEM FEMA kemarin yang memiliki acara terkesan berdempetan dan bentrok. Pada program SCHEMA berbagai acara akan diatur sehingga mahasiswa FEMA dapat mengikuti kegiatan BEM FEMA dan HIMPRO dengan harapan tidak ada lagi istilah “rebutan masa”.

“Yang saya angkat isunya adalah tentang kepribadian kita yaitu tentang kebersihan. Seharusnya sebagai mahasiswa yang cinta ekologi, seharusnya kita cinta kebersihan, tidak ada yang membuang sampah pada tempatnya, baik itu sampah kita sendiri atau sampah orang lain agar terciptanya cinta hidup sendiri bagi diri sendiri dan orang lain. Jangan pernah memandang bahwa itu adalah pekerjaan yang hina, malah itu adalah pekerjaan yang mulia dan tentunya akan menjaga kesehatan”, begitulah penuturan Rivqi tentang FEMA.

Sebagai seorang pemuda, Rivqi melihat sosok pemuda yang sempurna dari Ali Bin Abi Thalib karena beliau bisa menempatkan dirinya pada tempat-tempat yang benar padahal gejolak kaula muda sangat tinggi tapi beliau masih bisa memegang teguh pada agamanya. “Sebenarnya, saya juga cinta kebebasan tapi kebebasan di sini perlu digaris bawahi bahwa kebebasan yang tercipta harus tetap memiliki aturan jangan sampai kebebasan yang menghalalkan segala bentuk kejahatan, kejelekan, dan kebatilan”, kata Rivqi dengan tenang.

Rivqi berharap bagi siapapun yang terpilih menjadi ketua BEM FEMA untuk menjaga amanah dan bila ingin melakukan perubahan maka mulailah dari diri sendiri, dari diri pemimpin itu sendiri, karena sebenarnya mahasiswa FEMA membutuhkan contoh bukanlah kata-kata. “Kita akui bahwa manusia tidak ada yang sempurna tapi berbuat hal yang benar juga bukanlah hal yang salah.”

“Hidup ini hanya sekali, manfaatkan bukan untuk diri sendir karena Allah cinta orang peduli”, begitulah kata Rivqi sekaligus menutup perbincangan.

(KOM/YNM)

Editor: KOM/AIT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: