Mengenal Kandidat No. 2, Luhur Nugroho

Nama : Luhur Nugroho

Departemen: Gizi Masyarakat (2010)

Organisasi: BEM KM sosling, staff kasoskemah BEM FEMA

Luhur Nugroho atau biasa di panggil luhur merupakan salah satu calon ketua BEM FEMA bernomor urut dua. Motivasi Luhur dalam menjadi calon ketua BEM FEMA adalah dia telah bosan, kaku, kikuk, jenuh karena dia disuguhi oleh orang-orang yang kaku, tidak dinamis, tidak fleksibel, dan tidak terbuka.

“Karena saya lahir di Indonesia bhineka tunggal ika, tapi di sini dapat terlihat orang-orangnya kaku dan tidak memfasilitasi orang-orang yang sebenarnya sedikit diremehkan, selalu di marjinalkan, orang-orang selalu underestimate .Jangan melihat orang dari cover, kalau soal kualitas kita bisa adu, tapi kalo soal cover itu kan kembali ke kenyamanan masing masing yang penting ga melanggar hukum dan melanggar agama”, Luhur menuturkan dengan seksama.

Adapun Misi yang dibawa Luhur adalah :

  1. Menghilangkan subjektivitas, Menurut pengalaman Luhur,  ketika dirinya terlibat dalam Open Recruitment kepanitiaan kadang sistem yang ada terlalu kaku. Mereka-mereka yang diterima adalah yang dikenal, berpengalaman banyak dan memiliki koneksi dengan panitia yang ada. Luhur tidak menyetujui dan beranggapan bahwa mahasiswa baru, misalnya, baik memiliki pengalaman atau tidak sama-sama diberikan kesempatan untuk terlibat dalam suatu kegiatan.
  2. Ingin mengadakan musyawarah. Menurutnya, sebenarnya dalam sebuah rapat yang pertama adalah musyawarah baru yang kedua adalah voting. Tapi bisa kita lihat sekarang untuk pemilihan BEM itu selalu voting padahal kita orang Indonesia yang di Pancasila mencantumkan musyawarah.
  3. Menciptakan FEMA yang simpatik dan empatik.

Realisasi program yang telah dilakukan oleh Luhur yaitu Konkow bareng. Salah satu program untuk membuka diskusi sesama mahasiswa dengan cara santai yang isinya membicarakan masalah-masalah terkait FEMA secara general, misalnya tentang fasilitas olah raga atau pengajian. Yang terpenting dalam menjalankan program ini adalah komunikasi yang baikm bertujuan untuk meleburkan semua golongan, menghilangkan gap antar mahasiswa. “Diibaratkan departemen sebagai kamar dan FEMA sebagai kamar, ketika departemen berada di rumah berarti harus mengikuti aturan rumah.” Tutur luhur.

Program lainnya yaitu Kafe, Kajian FEMA. Berlandaskan dari terlihatnya krisis kepemudaan atau ‘tua sebelum waktunya’. Program ini bertujuan untuk membuat pemuda tetap kritis dengan intelektual yang juga ‘jalan’.

“Cita cita saya ga muluk, ketika saya menjadi ketua BEM FEMA saya ingin menyatukan semuanya dan FEMA bisa berkontibusi di IPB dan Fakultas lain.” Tutur luhur menutup perbincangan.

(KOM/FAZ)

Editor: KOM/AIT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: