Blue Economy, Perbincangan dalam Duduk Bersama FEMA

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekologi Manusia (BEM FEMA) pada tanggal 10 Oktober 2012 mengadakan kegiatan ‘Duber’ Duduk Bersama. Acara yang bertempat di RK IKK 1-2 ini dimaksudkan sebagai wadah diskusi antara mahasiswa dan dosen. Peserta yang hadir terdiri dari mahasiswa Fakultas Ekologi Manusia, anggota BEM FEMA, dan juga para DPM FEMA. Narasumber pada kegiatan ini adalah Bapak Rilus A. Kingseng dan Bapak Asep serta menghadirkan Teguh Jati (ketua BEM FEMA) sebagai moderator. Tema yang dibahas pada diskusi kali ini adalah Blue Economy.

Menurut pemaparan Bapak Rilus, Blue Economy dalam arti luas adalah ekonomi yang berbasis kelautan. Mengapa harus blue economy? Karena Indonesia sebagai Negara kepulauan dengan  laut yang sangat luas memiliki banyak potensi di dalamnya. Contoh paling sederhana dari blue economy adalah ekonomi pariwisata yang berkembang di beberapa pulau di Kepulauan Seribu dan juga pariwisata di Bali. Selain itu budidaya kelautan seperti ikan, terumbu karang, alga dan lain-lain juga termasuk ke dalam Blue Economy. Indonesia yang memiliki banyak sekali potensi kelautan ini akan maju apabila Blue Economy dapat dikelola dengan baik. Sebaliknya, apabila blue economy ini dikelola oleh pihak yang salah maka siapa yang akan menikmati?.

Menyambung pemaparan dari Bapak Rilus, Bapak Asep mengatakan bahwa dalam blue economy Sumberdaya Alam yang berpotensi tersebut baru dapat dikelola dengan inovasi yang tinggi. Cara mengelola yang baik adalah sumberdaya tersebut dikelola oleh pihak-pihak yang inovatif dan tidak rakus. Apabila dikelola oleh pihak-pihak yang rakus maka SDA akan habis. Memang harapan-harapan dari dijalankannya blue economy belum terasa, namun apabila dijalankan dengan baik maka masyarakat akan berdaya dan juga blue economy ini ramah lingkungan, layaknya green economy. Menambahkan dari penjelasan Bapak Asep, Bapak Rilus mengatakan bahwa blue economy selain ramah lingkungan juga ramah manusia karena apabila dikelola dengan baik maka akan ada pemerataan keadilan. Beliau menghimbau agar yang menjalankan blue economy ini bukan hanya dari pihak-pihak tertentu saja, namun harus dari berbagai macam stakeholders termasuk mahasiswa. (KOM/CTD)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: