Resensi Buku: Chairul Tanjung si Anak Singkong

“Tekad seorang pemuda yang ingin membahagiakan ibu yang telah rela mejual sepotong kain halus demi membayar biaya kuliahnya…”

Buku yang berisi tentang biografi inspiratif dari seorang pemuda Indonesia ini menularkan banyak manfaat positif bagi para pembaca. Diawali dari kisah hidup yang dapat dikatakan sangat biasa menjadi sangat luar biasa. Jatuh bangunnya seorang CT begitu sapaan bagi Ayah yang kini telah berusia 50 tahun, sangat mengilhami banyak pengusaha Indonesia. Beliau selalu berpegang teguh pada prinsip hidupnya untuk menjadikannya seorang yang dikenal banyak orang dari seorang yang tak dikenal siapapun. Beliau bukan berasal dari keluarga kaya, namun dengan kegigihannya untuk menjadi seorang mahasiswa dari perguruan tinggi negeri terbaik di Indonesia membuat ibunya terharu dan rela melepaskan kain tenun halus kesayangannya untuk dijual demi membiayai kuliahnya di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia.

Membaca peluang dari setiap keadaan dengan niat membantu diri nya sendiri dalam urusan ekonomi menjadikan ia bertekad menjadi seorang pengusaha kelak. Mulai dari usaha fotokopi yang ia tekuni sejak menjadi mahasiswa hingga mempunyai sebuah kios fotokopi kecil di bawah tangga kampusnya membuat dirinya dikenal berbagai kalangan, baik mahasiswa, dosen, maupun rektor di kampusnya. Jiwa kepemimpinan yang tumbuh dalam dirinya membuat ia terpilih untuk memimpin dan menyuarakan aspirasi para mahasiswa saat itu untuk menolak gerakan militerisme masuk dalam dunia pendidikan dengan rektor yang berasal dari golongan militer.

Tidak hanya sampai disitu, Bapak dari dua orang anak ini mulai menekuni berbagai usaha yang dapat ia jalankan sebagai seorang mahasiswa. Beliau juga memiliki bisnis di bidang alat kedokteran gigi dengan importir. Hingga saat ini tercatat beliau pernah mendirikan PT Pariarti Shindutama yang memproduksi sepatu anak-anak untuk ekspor.  Kepiawaiannya membangun jaringan dan sebagai pengusaha membuat bisnisnya pun semakin berkembang. Di bidang keuangan, ia mengambil alih Bank Karman yang kini bernama Bank Mega.

Di bidang bisnis bidang penyiaran dan multimedia, ia juga sukses membesarkan Trans TV. Lalu membeli TV7 dan mengubah namanya menjadi Trans7. Lalu membuat Trans Studio. Satu di antaranya adalah Trans Studio Mall yang ada di Makassar.  Pada 1 Desember 2011, Chairul meresmikan perubahan nama Para Grup menjadi CT Corp. CT adalah singkatan dari namanya.

Menjadi seorang pengusaha yang handal adalah fokus utama pendapatan bagi keluarganya. Ia sempat diundang dan diberi kehormatan langsung untuk menjadi salah satu mentri. Namun, ia menolaknya dan tetap memilih mencari nafkah dijalur bisnis yang ia tekuni hingga 50 tahun perjalanan hidupnya. (KOM/SLA)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: