ATTENTION BOARD :)

Hallo! ada kabar baik loh buat kamu pembaca setia Majalah Komunitas J Mulai sekarang kamu bisa mengirimkan karya kamu yang keren dan inspiring! Ingin tahu karya apa saja yang bisa dimuat? Bagaimana syaratnya? Check this out!

1.      Cerita Pendek (Cerpen) dan Puisi

Syarat          : Tema bebas, gaya populer sesuai dengan SOP yang sudah ditentukan.

Format         : Lucida Fax, font size: 9, spasi: single, maksimal 2 halaman.

Subject         : KONTRIBUTOR CERPEN / PUISI.

Nama file     : JUDUL CERPEN / JUDUL PUISI (nama, departemen, angkatan).

2.      Review (Buku atau Kuliner)

Habis makan di tempat enak? Atau habis baca buku yang oke? Jangan disimpen sendiri. Mending share langsung saja ke Majalah Komunitas!

Syarat          : Mengikuti SOP yang sudah ditentukan

Format         : Lucida Fax, font size: 9, spasi: single, maksimal 1 halaman.

Subject         : KONTRIBUTOR REVIEW.

Nama file     : JUDUL BUKU/TEMPAT KULINER (nama, departemen, angkatan).

3.      Karikatur

Syarat          : Tema bebas, karya asli dan mengikuti SOP yang sudah ditentukan

Subject         : KONTRIBUTOR KARIKATUR.

Nama file     : KARIKATUR (nama, departemen, angkatan).

4.      Rubrik Komunitas

Tumpahkan opini, saran, kritik, atau pertanyaan Kamu mengenai Majalah Komunitas di sini biar ratusan ribu orang di luar sana dan Kami tahu apa yang Kamu inginkan.

Subject         : RUBRIK KOMUNITAS.

Nama file     : RUBRIK KOMUNITAS (nama, departemen, angkatan).

5.      Tips

Punya tips bagus? Mengenai kuliah, kehidupan, kesehatan, atau bidang lainnya? Yuk share dengan teman lainnya!

Syarat          : Mengikuti SOP yang sudah ditentukan

Subject         : TIPS

Nama file     : TIPS (nama, departemen, angkatan).

6.      Media Partnering

Punya acara yang butuh publikasi?

Yuk jangan ragu ajak Majalah Komunitas untuk menjadi media partner Kamu!

 

Hubungi: Gebyar Trisula P. (081280047957/2925E821)

 

 Standar Operasional Prosedur (SOP)

 Hasil karya yang dibuat dan dikirimkan ke redaksi Majalah Komunitas :

  1. Tema bebas, tidak mengandung SARA dan pornografi.
  2. Gaya populer.
  3. Format penulisan : Lucida Fax, font 9, spasi single, maksimal 2 halaman.
  4. Untuk poin 1 dan 2 boleh disertai gambar atau foto.

 

Ok, now here are the Terms and Conditions:

  1. Kirimkan hasil karyamu ke email majalahfemaipb@yahoo.com dan jangan lupa ditembuskan ke email Pimpinan Redaksi Majalah Komunitas dinna.rahmah@gmail.com
  2. Khusus untuk poin 4 bisa juga dikirim via twitter di @KomunitasMagz.
  3. Redaksi Majalah Komunitas berhak menyeleksi ketat setiap karya yang masuk.
  4. Karya yang masuk akan dimuat di Majalah Komunitas atau blog Majalah Komunitas: www.majalahkomunitas.wordpress.com
  5. Keputusan pemuatan karya didalam Majalah Komunitas atau Blog Majalah Komunitas, sepenuhnya adalah kuasa Redaksi dan tidak dapat diganggu gugat.
  6. Karya yang dikirimkan menjadi milik Majalah Komunitas dengan pembuat asli yang dicantumkan.
  7. Penulis setuju bahwa karya dapat diedit atau disesuaikan dengan SOP sebelum diterbitkan.
  8. Bagi kamu yang karyanya dimuat di Majalah Komunitas atau blog akan dihubungi oleh pihak Redaksi Majalah Komunitas.
  9. Sertakan nama akun twitter beserta nomor handphone yang dapat dihubungi dalam email Kamu.

Leave a comment »

COMING SOON!!!

coming soon 9.1

Leave a comment »

Selamat Hari Guru

Selamat Hari Guru

“Guru bak pelita penerang dalam gulita, jasamu tiada tara…”

Leave a comment »

Sudah Sejauh Mana Kontribusi IPB untuk Lingkungan Sekitar Kampus?

Institut Pertanian Bogor sudah berdiri sejak tahun 1963. Awalnya IPB adalah fakultas pertanian dibawah naungan Universitas Indonesia, namun berdiri sendiri sebagai suatu institusi yang mandiri terlepas dari Universitas Indonesia. Sebelumnya kampus IPB terletak di Baranangsiang Kota Bogor, namun kemudian dibangun kampus IPB Dramaga yang sekarang menjadi kampus untuk mahasiswa S1.

Ketika kampus IPB Dramaga berdiri, peluang bisnis sangat terbuka lebar untuk masyarakat asli sekitar kampus. Namun, ketidaksiapan mental dan kurangnya pendidikan serta modal membuat warga asli tidak mampu memanfaatkan peluang bisnis tersebut. Kebanyakan usaha yang ada di sekitar kampus, seperti usaha kost mahasiswa, warnet (warung internet), fotokopian, rumah makan dan sebagainya dikelola oleh pendatang maupun dosen IPB. Sedangkan warga asli kebanyakan hanya menjadi bibi cuci, ataupun penjaga kost mahasiswa.

Salah satu misi mulia IPB adalah mengenai pemberdayaan masyarakat. Sudah sepantasnya pemberdayaan ini dimulai dari memberdayakan masyarakat sekitar kampus. Walaupun sudah banyak kegiatan-kegiatan mahasiswa untuk memberdayakan masyarakat sekitar kampus, namun hasilnya belum benar-benar optimal karena masih banyak warga asli yang menganggap pendidikan untuk anak-anak mereka bukanlah suatu hal yang penting. Hal seperti inilah yang harus diubah dari pola pikir masyarakat apalagi masyarakat yang tinggal disekitar lingkungan para civitas akademika.

Tak lupa dengan masalah kebersihan, sebagai kampus hijau IPB sangat menekankan kebersihan dan keindahan lingkungan kampus. Jika dilihat di dalam kampus, memang sudah cukup bersih, namun ketika berada di lingkungan luar kampus khususnya di tempat tinggal masyarakat sekitar kampus, kesadaran mereka terhadap lingkungan sangatlah kurang. Masih banyak warga yang membuang sampah sembarangan, dan mereka banyak yang belum mengerti cara pengelolaan limbah rumah tangga yang baik dan sehat. Untuk masalah kesehatan, di sekitar kampus IPB penyakit yang cukup populer adalah diare dan typus. Hal ini menunjukkan kurangnya perhatian masyarakat terhadap kebersihan makanan yang mereka makan.

Fenomena-fenomena di atas masih terjadi hingga hari ini. Setelah 49 tahun IPB berdiri sejauh manakah kontribusi yang IPB berikan untuk masyarakat sekitar kampus. Inilah yang menjadi tugas para civitas akademika IPB, baik mahasiswa, dosen dan pegawai untuk memenuhi salah satu tri dharma perguruan tinggi yaitu mengabdi untuk masyarakat yang dimulai dari masyarakat sekitar kampus IPB.

(KOM/FAZ)

Leave a comment »

Media Pembangun Pertanian Indonesia

Indonesia, negara kita tercinta, adalah negara yang sangat kaya. Sumber daya alam Indonesia melimpah ruah. Hutan, pegunungan, persawahan, dan laut yang luas merupakan kekayaan alam Indonesia sebagai anugerah dari Tuhan Yang Maha kaya. Indonesia juga memiliki sumber daya manusia yang melimpah. Negara kita menempati urutan ke-4 di dunia dalam hal kepadatan penduduk. Indonesia dengan SDA dan SDM yang begitu kaya bisa menjadi negara maju dengan perekonomian yang kuat, bahkan lebih maju dari Amerika ataupun Jepang.

Namun, kenyataan berkata lain, negara kita memang kaya tapi mayoritas penduduknya miskin. Sebanyak 60% warga negara Indonesia berada di kelas menengah ke bawah. Kekayaan alam negara kita banyak dikelola oleh pihak asing. Indonesia hanya mendapat 0,99% dari keuntungan yang dihasilkan. Sungguh miris, masyarakat kita mayoritas berpendidikan rendah dan belum ‘melek’ akan kenyataan ini, malah mereka mau menjadi buruh untuk perusahaan-perusahaan asing tersebut di tanah milik mereka sendiri, tanah Indonesia. Pemerintah pusat maupun daerah belum bisa berbuat banyak untuk mengembalikan kekayaan alam negara kita untuk masyarakat Indonesia. Pemerintah dan kaum intelek berkata, Indonesia belum memiliki teknologi canggih untuk dapat mengolah sumber daya alamnya sendiri, sehingga harus melakukan impor atau menggunakan jasa asing. Namun, mengapa ini terus berlangsung selama bertahun-tahun?? Indonesia sudah merdeka selama 67 tahun dan hal ini tidak boleh dibiarkan terus-menerus.

Disinilah peran media sangat dibutuhkan. Media sebagai alat yang dekat dengan masyarakat, sekaligus menjadi alat pengendali pemerintah dalam menjalankan kekuasaannya. Media memiliki peranan dalam mengubah pola pikir masyarakat Indonesia. Namun, dewasa ini media baik cetak maupun elektronik lebih menonjolkan berita-berita negatif, maraknya kasus korupsi, penyuapan, dan lain-lain sehingga membentuk pola pikir masyarakat yang pesimis akan kemajuan bangsa ini. Media sebagai akses atau jalan yang dekat dengan masyarakat, harus bisa memberikan kobaran semangat dan informasi-informasi tentang kekayaan dan potensi-potensi positif negeri ini untuk membangkitkan jiwa semangat masyarakat Indonesia untuk membangun pertanian Indonesia. Media sebagai langkah awal, untuk menanamkan kepercayaan akan kekuatan SDA dan SDM Indonesia, yang akan membuka langkah-langkah selanjutnya yaitu pergerakan. Kita jelas harus menolak pihak asing yang ingin mencampuri urusan perekonomian yang menyangkut SDA Indonesia. Media juga harus mengawasi jalannya pemerintahan untuk menegakkan ketransparanan. Peranan media sungguh dahsyat di negeri ini. Ketika media dapat mempengaruhi rakyat, suatu pemerintahan bisa hancur karena semangat dan kekuatan rakyat sangat besar untuk menolak ketidakadilan.

Semangat perubahan harus ditanamkan dalam jiwa jurnalistik Indonesia, sebagai langkah awal untuk ‘membangunkan’ masyarakat tentang keadaan pertanian Indonesia dan sebagai alat untuk menegakkan trasparansi jalannya pemerintahan dalam membangun pertanian Indonesia. Kini saatnya jurnalistik Indonesia untuk mengangkat dan membangun citra pertanian Indonesia.

(KOM/FAZ)

Leave a comment »

Meniti Makna “Pahlawan” Dalam Ruang Keterbatasan

Hal yang khas dalam masyarakat Indonesia berkaitan dengan pemaknaan sejarah bangsa adalah peringatan hari pahlawan. Peringatan ini dilakukan setiap tahun pada tanggal 10 November sebagai wujud pemaknaan perjuangan kemerdekaan di masa colonial. Namun apakah memang benar esensi peringatan tersebut benar-benar mampu memaknai secara tepat arti “pahlawan” dan implementasi “kepahlawanan” itu sendiri?

Pertanyaan ini mampu dianalisis dengan indikator kualitas diri berbagai stakeholder dan masyarakat negeri ini. Pemaknaan “pahlawan” ataupun “kepahlawanan” tidak hanya bisa dipandang sebagai penghormatan kepada pejuang kemerdekaan saja, namun juga dengan pengertian yang lebih luas termasuk implementasi nilai-nilai luhur yang terkandung didalamnya.

Pahlawan dipandang sebagai sosok yang memberikan pengorbanan dan kontribusi mulia untuk orang lain. Lebih spesifik lagi pahlawan lebih dikenal sebagai sosok pejuang kemerdekaan, padahal mindset seperti itu membuat suatu ruang keterbatasan dalam diri kita. Keterbatasan pemikiran yang terjadi mampu diubah dengan meniti kembali makna “pahlawan” ataupun “kepahlawanan”, karena pada kenyataannya banyak pula sosok lain yang juga bisa dinilai sebagai sosok pahlawan tak disadari. Contohnya seperti CD workers atau pengembang masyarakat yang mengabdi sebagai fasilitator masyarakat. Selain itu, lebih khusus lagi dapat dicontohkan di lingkungan FEMA sendiri yaitu petugas kebersihan yang merupakan pahlawan lingkungan. Mereka mengabdikan dirinya untuk memelihara kenyamanan bersama, namun tugas mulia tersebut sering kali terlewatkan bahkan cenderung lupa dimaknai sebagai “kepahlawanan”.

Atas dasar tersebut, alangkah lebih baik jika pemaknaan kata pahlawan mampu dimaknai secara lebih universal. Pemaknaan yang terjadi pada setiap diri individu ketika melakukan peringatan hari pahlawan harus mampu memotivasi peningkatan sikap dan moral sebagaimana makna kata “pahlawan”. Dengan implementasi diri tentang pemaknaan  “pahlawan” yang diperingati setiap tahun diharaqpkan mampu menjadi titik tolak pengembangan kapasitas masyarakat Indonesia. Langkah kecil yang dilakukan setiap orang yang terinspirasi dari pemaknaan kepahlawanan itu akan mampu mempengaruhi tata pola kelakuan dalam perubahan kea rah yang lebih baik. Termasuk pada peringatan hari pahlawan tahun ini, semoga mampu menjadi titik tolak peningkatan kualitas kita sebagai persembahan terbaik untuk Tuhan, keluarga dan negeri ini.

(KOM/TSY)

Leave a comment »

Pemilihan Raya 7 November 2012

SELAMAT KEPADA

RICI TRI HARPIN PRANATA 

yang telah terpilih menjadi

Ketua BEM Fakultas Ekologi Manusia tahun 2012/2013

(cr: @bemfemaipb)

 

This slideshow requires JavaScript.

Leave a comment »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.